Menu Close

Alasan Judi Dominoqq Dilarang Pakar Kesehatan

Tak hanya poker, blackjack, mesin slot, dan rolet, industri perjudian juga menyediakan permainan yang tak kalah populer bernama dominoqq. Permainan ini menggunakan kartu sebagai media dan keberuntungan pemain pun ditentukan dari kartu yang didapatkan. Saat ini, perjudian seperti ini pun bisa diakses hanya melalui ponsel masing-masing tanpa harus keluar rumah.

Namun di sinilah problem muncul. Perjudian dominoqq, apapun bentuknya, dapat menimbulkan banyak sekali bahaya dan kerugian bagi penggunanya. Karena dapat diakses berbekal ponsel dan koneksi internet saja, berarti akan semakin orang-orang yang berisiko terpapar, bahkan dari segala tingkatan usia. Dampak yang ditimbulkan bisa terjadi secara terselubung namun sangat masif.

Dampak Perjudian terhadap Mental

Salah satu bahaya dari perjudian adalah efeknya yang cukup signifikan terhadap kesehatan mental pemainnya. Dan sama seperti permainan judi yang lain, dominoqq bersifat adiktif. Seseorang yang bermain judi akan mengasilkan dopamin di otaknya, yakni hormon yang membuatnya merasa senang. Inilah alasannya mengapa para pejudi selalu bersemangat dan bahagia, seperti tak peduli dengan risikonya.

Nah, seorang pejudi yang terpapar hormon dopamin dalam otaknya secara terus-menerus, kemudian tak akan bisa membedakan ketika ia kalah atau menang. Pada kedua kondisi tersebut, ia akan sama-sama merasa percaya diri dan bersemangat untuk bermain judi lagi. Sementara itu, perjudian kartu bukanlah sesuatu yang pasti. Yang seringkali terjadi adalah justru kekalahan demi kekalahan yang didapat.

Tanda-Tanda Kecanduan yang Patut Diwaspadai

Seseorang yang menderita kecanduan berjudi atau problem gambling, memang sekilas tampak seperti orang biasa. Kondisi mental seseorang pun tidak bisa dengan mudah diterka oleh orang lain dari luarnya saja. Namun seiring berjalannya waktu, seorang pecandu dominoqq pasti akan menunjukkan ciri-ciri tertentu.

Tanda yang pertama adalah kecenderungannya menutup diri. Ia akan menjadi sensitif jika ada pembicaraan tentang judi. Semakin lama, seseorang yang kecanduan akan semakin kesulitan mengontrol dorongan untuk melakukan main judi. Karena judi sangat memungkinkan seseorang untuk mengalami kebangkrutan finansial, maka seorang pejudi akan terlihat mulai bermasalah dengan keuangannya.

Mungkin ia akan kesulitan membayar tagihan, memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarga, hingga dikejar-kejar orang akibar berhutang dan tidak sanggup membayar. Meskipun demikian, seseorang yang mengalami problem gambling atau kecanduan tetap akan memaksakan diri untuk tetap berjudi. Ia berspekulasi akan memenangkan permainan untuk membayar semua hutangnya.

Sekali lagi, ia terjebak dalam lingkaran perjudian yang tiada habisnya. Orang-orang di sekitar pejudi akan mulai merasakan tanda-tanda ini dan mulai terganggu dengan kebiasaannya yang sangat toksik. Selain itu, semakin pemain tersebut kecanduan, maka ia akan semakin terdorong untuk bertaruh uang dalam jumlah yang lebih besar. Semua dilakukannya demi merasakan kesenangan atau pengaruh dopamin tadi. 

Seseorang yang kecanduan mungkin beberapa kali akan mengatakan bahwa ia akan mengurangi bahkan menghentikan kebiasaannya. Namun hal itu akan sering gagal dan ia akan kembali bermain judi. Dalam psikologi, fase ini disebut dengan relapse atau kondisi di mana pecandu kembali melakukan hal yang dicanduinya, sama seperti kecanduan roko, alkohol, hingga obat-obatan terlarang.

Perjudian dan Hubungan dengan Orang-Orang Sekitar

Akibat gangguan tersebut di atas, lama-kelamaan hubungan seorang pejudi dengan orang-orang di sekitarnya, seperti keluarga dan pasangan akan mengalami keretakan. Mereka kehilangan rasa percayanya kepada si pejudi. Hal ini juga berdampak bagi kesehatan mental mereka, terutama jika ada anak di dalam keluarga tersebut.

Sayangnya, seseorang yang kecanduan berjudi, biasanya akan mengalami penurunan dalam mengontrol emosi. Hal ini bisa mendorongnya untuk berbuat kekerasan, baik secara fisik, mental, verbal, hingga finansial.

Gejala Emosional Pecandu Judi Online

Seorang pecandu akan memiliki kondisi emosi yang sangat tidak stabil atau mood swing. Gejala yang paling terlihat adalah seringkali mudah marah dan sensitif, apalagi jika ada orang lain yang mengingatkan tentang dominoqq yang dimainkannya. Di saat yang lain, ia bisa terlihat sangat bahagia dan penuh semangat, atau yang dalam psikologi disebut dengan “high”, mirip seseorang yang sedang mengonsumsi alkohol atau narkoba.

Di saat yang lain, seorang pecandu bisa terlihat sangat depresi, sedih, dan putus asa. Ini disebut dengan kondisi “low”, yang ditandai dengan emosi yang destruktif dan sangat berbahaya karena si pejudi bisa memiliki pemikiran atau dorongan untuk melakukan bunuh diri (suicide attempt).

Gejala Fisik Pecandu Judi Online

Meskipun sedikit kompleks, gejala fisik berikut ini juga bisa berakar dari kecanduan judi dominoqq. Biasanya seorang pecandu akan mengalami gangguan tidur, seperti insomnia berkepanjangan. Ini membuat kulitnya menjadi sangat pucat, muncul lingkaran hitam di bawah mata, dan tampak tak sehat. Selain itu, akan terjadi penambahan berat badan atau kehilangan berat badan secara drastis.

Mengapa seseorang Bisa Berjudi?

Jawaban dari pertanyaan ini bisa sangat kompleks. Dari ilmu psikologi sendiri, berjudi bisa jadi adalah sebuah coping mechanism atau “pelarian” seseorang dari masalah lain yang lebih besar. Di sinilah peran pakar kesehatan mental, baik psikolog maupun psikiater untuk memahami permasalahan pejudi. Sama seperti proses rehabilitasi kecanduan yang lain, treatment untuk pecandu judi bisa berupa terapi.

Dengan terapi itulah, pejudi diharapkan terbuka untuk menceritakan masalah apa yang membuatnya “lari” menuju ke perjudian seperti dominoqq ini. Dengan melihat pejudi juga sebagai korban, rasanya penyembuhan akan bisa lebih efektif.
Demikian tadi adalah pembahasan mengenai perjudian dominoqq yang ternyata sama berbahayanya dengan perjudian jenis apapun yang lain. Untuk itu, jika ada masalah, sebaiknya seseorang mencari coping mechanism yang lebih positif dan produktif.